From: "parkutok" To: ambon@yahoogroups.com Date: Thu, 25 Mar 2004 23:22:56 -0000 Subject: [ambon.com] AMA - RIMA (sambungan) TANI TE PAUNA RUA ISI REI MARIKEE I PASA SAHU E WAI LAPIA IA EI PALA LAUE MAAI-MAAI I RENA LAINA I HAHIKU SOHURA I HUSA HOHO HAITA RAKANYAWA I HUSA HAKO RAKANYAWA HAITA I ROWO LOTO HATURESI YASALO RULU MATA WAINA RUWA TIHA SI AMANUE RUMASINGGIH NAMBUASA TANI TEUS SI AELE E TEUS ISI AELE WAA HOHO HATURESI RULU MATA WAINA RUA AWA WAI E SURATE PADIANA RU MOLO TARU HATUA-NARU MOLO-TARU HATUA WAA IANA-WAA MEITO E PAMA MIRI RURU HOHO HATU MALAKA RIMBA WAELA MALA PONE KURU HALE WAE UTA TULANO RIMBA WAELA MAA RITA HOHO SI A OLO SI GAREJA TEUSO LA EI PALA E PORUTA HARAA SERU ENI TIHA MEELE LA E MURIA U WALOKO EI KURANG EI WAA SALO Berasal dari hasil wawancara H.A.B Sangaji seperti yang dikutip oleh Drs.H Lestaluhu 1988 (pag.182-186) yang mengkisahkan masuknya agama kristen di p.Haruku semasa perang Alaka kira-kira pd thn 1625-1637) Yang tertulis pada majalah Tifa Masnait edisi okt-nov 1996. Dan juga Drs.Vicky Ririhena Lc,Menulis Tentang Sejarah terjadinya negeri Wassu, dan asalnya Bapa-Mama dan kelima anaknya itu seperti yang tertulis pada bagian awal ceritra ini. Adapun arti Kapata atau Lania yang tertulis dalam bahasa tanah ini menceritrakan tentang Raja Laisina yang berpindah agama semula Islam dan masuk agama Nasarani dan membangun negeri Hulaliu. Sedangkan ke empat saudaranya tetap beragama Islam,yaitu Pelauw.Rohomoni,Kailolo dan Kabauw. Yang ingin beta tanyakan bagi mereka yang tau sejarah ini yaitu Lima Negeri yang manakah di p.Haruku ini yang disebut AMA - RIMA ? dan turun temurunnya untuk negeri-negeri yang lain ? Hampir semua negeri-negeri di p.Haruku ini baik yang beragama Islam pun Nasarani masih mempergunakan Bahasa. Dan tentu Sejarah Ama-Rima yang bagus ini patut di ketahui oleh anak cucu p.Haruku,dan anak Maluku umumnya. Sesudahnya beta memohon maaf bila ada kata dalam bahasa ini yang di tulis salah dan dengan huruf besar, Dan ter ucap terima kasih untuk ketiga saudara penulis sumber ceritra ini. Sebab beta tidak tau,makanya sekali lagi beta ingin tanyakan buat basudara yang tau, kelima negeri yang manakah yang disebut AMA-RIMA ini?. terima kasih From: Singa Malat To: ambon@yahoogroups.com Date: Sun, 21 Mar 2004 16:26:01 -0800 (PST) Subject: [ambon.com] Aer masing biru........ Tete manis di Ka'u! Pembunuhan raja Rohomoni di Oma adalah pembunuhan politik. Orang Omma seng suka wakil Jepang (Raja Rohomoni) datang parentah orang Oma, karena pada waktu itu semua orang tahu bahwa Raja Rohomoni adalah spion jepang. Peristiwa ini terkait dengan penyerangan terhadap negeri Oma pada tanggal 14 Mei 1943 oleh kapal perang jepang dengan 13 tembakan mortir yang mengakibatkan rumah2 hancur dan gedung gereja rata deng tanah. 3 orang menjadi korban/mati. Maka pada waktu wakil jepang ini (Raja Rohomoni) datang ke Oma bawa titah untuk orang Oma, saat itu juga terjadi pembunuhan, dan bangkai Raja Rohomoni ini diikat dengan tali gamutu satu kapala (kira2 100 depa). Diikat dileher, lalu ditenggelamkan di aer masing biru didepan negeri Oma. Sedangkan 2 orang pembantunya juga berhasih dibunuh, dan satu melarikan diri untuk kasih tahu jepang. Seperti anggapan orang dijaman itu, untuk pembenaran perbuatan /kasus ini, maka orang di Oma bilang "Gigi ganti gigi." Setelah kejadian ini, maka Rohomoni datang dengan pasukan jihadnya berupa Arombai Jihad ke Oma, tetapi semua bisa dipukul mundur. Saat2 ini, Maluku merasakan dan mengalami Jihad yang menghancurleburkan Maluku, tetapi orang Oma sudah menantang Jihad dari tahun 43. Dalam masa jepang kira-kira selama 3 tahun itu, memang orang Oma sangat merasakan kekejaman kekaisaran Matahari terbit ini. Demikianlah sekelumit kisah untuk melengkapi tulisan Tete ini, dan meluruskan berita ini, supaya tidak disalah artikan. Lalu yang Tete lihat di Maluku, kasihan, Bapa2 Raja itu yang coba2 permainkan rakyat punya nasib yang tidak samasekali diinginkan, seperti misalnya di Oma, P. Haruku, di mana Bapa Raja diikat dengan batu pada lehernya lalu dibuang kedalam air masing biru! Itu namanya turun jauh, dan bukan turun pura2 seperti Suharto dan keluarga!